banner

Sabtu, 30 Oktober 2021

Ansor Guluk Manjung Jawab ‘Tantangan’ Hadratussyaikh Hasyim Asyari

author photo Oktober 30, 2021

Peresmian Badan Usaha Milik Ansor (BUM-Ansor) 34 Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto Sabtu, 30/10/2021 (iqraa.id)


Sumenep - Satu abad yang lalu dalam Deklarasi Nahdlatut Tujjar, organisasi yang menjadi embrio lahirnya Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari meminta para putra bangsa untuk menggerakkan perekonomian dengan cara mendirikan badan-badan usaha mandiri.

 

Wahai pemuda putra bangsa yang cerdik pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja suatu badan usaha ekonomi yang beroperasi di mana setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom untuk menghidupi para pendidik dan penyerap laju kemaksiatan.” (Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari – Deklarasi Nahdlatut Tujjar 1918).

 

Kini, permintaan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dijawab kader-kader NU di berbagai daerah. Kegiatan ekonomi mulai dilakukan baik sebagai program organisasi maupun inisiatif pribadi kader NU. Salah satunya dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep, sebagai salah satu Badan Otonom NU.

 

Kepengurusan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep periode 2020 – 2024 yang dipimpin K. Qumri Rahman menjadikan penguatan ekonomi sebagai salah satu indikator kinerja kepemimpinannya.

 

“Sesuai dengan apa yang diharapkan Cabang, selain penguatan di bidang Ideologi, juga di bidang ekonomi merupakan capaian kinerja PC sendiri,” kata K. Qumri dalam sambutan saat launching Badan Usaha Milik Ansor (BUM-Ansor) 34 Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Guluk Manjung, Sabtu (30/10/2021).

 

K. Qumri menyampaikan bahwa sejak tahun 2020, sudah ada tiga Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor di lingkungan Ansor Sumenep yang memiliki usaha untuk menopang kemandirian organisasi, yakni Ansor Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Ansor Prancak, Kecamatan Pasongsongan dan kini Ansor Guluk Manjung, Kecamatan Bluto.


Ansor Guluk Manjung yang merupakan satu-satunya ranting di Kecamatan Bluto yang mendapat predikat A pada tahun 2021 ini memang baru saja meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUM-Ansor 34 yang bergerak dalam bidang pertanian & peternakan.

 

Sekretaris Ranting Ansor Guluk Manjung, A. Rofik menyebut pembentukan badan usaha sebagai ikhtiar menuju kemandirian organisasi. “Ini merupakan bentuk pengabdian kami dalam rangka menuju kemandirian organisasi,” jelas Rofik.

 

Berdayakan Petani & Peternak

Penasehat PR GP Ansor Guluk Manjung, Mudhari Shihab menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Ansor (BUM-Ansor) 34 Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto ini akan bergerak dalam bidang Pertanian & Peternakan.

 

“Sementara, kita hanya menjual produk jadi. Ada produk jamu sapi merek Nyior Ejuh. Ada pula produk lain, Gula Mirah. Kita membantu pemasarannya. Istilahnya distributor,” kata Mudhari kepada iqraa,id.

 

Dari situ, Mudhari berharap ekspansi usaha bisa dilakukan. Keuntungan dari penjualan produk – produk akan diberikan hewan-hewan ternak. “Hasil BUM Ansor 34 akan digunakan seperti investasi kambing dan sapi sebagai dana Ansor kedepan,” sambungnya.

 

Namun ke depan, Mudhari berharap para pengurus ranting juga bisa menyerap produk-produk masyarakat Guluk Manjung sendiri, seperti jagung dan telur. “Selain untuk kemandirian organisasi, juga untuk menyerap hasil tani dan ternak masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id