banner

Rabu, 31 Maret 2021

NGAJI KITAB RISALAH AHLUSSUNNAH WALJAMAAH HAL 2 BERSAMA MDSRA GP ANSOR RANTING KALIMO'OK

author photo Maret 31, 2021


 MDSRA GP Ansor Ranting  kalimo'ok dilaksanakan rutin 2 minggu sekali bergiliran dari rumah kerumah sahabat Ansor setiap malam rabu. tepatnya pada tanggal 30 Maret 2021 di rumah sahabat Amir Dusun Temor Lorong RT 006 RW 001 Desa Kalimo'ok Kec Kalianget.
sebelum acara dimulai terjadi pemadaman lampu PLN, namun sahabat2 GP Ansor Ranting kalimook tetap antusias datang menghadiri. walau hanya bermodalkan lampu senter dan Lampu HP. namun acara tetap berlangsung khidmat.
acara dihadiri Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep KH. Afif Makruf S.Ag.M.Ag sekaligus beliau memimpin Dzikir Tahlil dan pembacaan sholawat Nariyah dan ditutup oleh pembacaan do'a oleh Kyai Purwanto selaku Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Kalimo'ok Kec Kalianget. 
seperti biasa acara MDSRA GP Ansor ranting kalimook diisi oleh pembacaan Kitab Risalah Ahlissunah waljamaah halaman 2 Karangan Hadaratusyekh  KH. Hasyim Asyari, Pendiri NU.ngaji kitab di isi oleh Ketua MDSRA GP Ansor Kecamatan Kalianget  Ustadz Syamsi Riyadi, M.Pd,M.Ag

di dalam kitab tersebut dibahas tentang
Implementasi dalil sunnah-bid'ah seharusnya tidak perlu dibawa ke ranah aqidah, karena polemik yg trjadi antar kelompok islam dalam menyikapi sunnah bid'ah sebenarnya berada di ranah syariat, yaitu tentang hukum suatu perkara. Boleh tidaknya, dianjurkan atau tidaknya, wajib atau tidaknya suatu perkara. Sedangkan syariat bersifat ijtihadiy, multi-tafsir, sangat memungkinkan adanya perbedaan, sebagai mana perbedaan para sahabat dalam.memahami sunnah sunnah yg dicontohkan nabi saw.

Adapun jika dibawa ke ranah aqidah, konsekuensinya adalah bahwa setiap org yg tidak melakukan sunnah akan dianggap menyalahi aqidah, sesat, fasiq bahkan penyematan predikat ahli neraka.
Lalu apakah org yg tidak bersiwak, tdak memakai wangi-wangian, tidak melaksanakan sunnah-sunnah dalam shalat, puasa dsb akan dianggap sbg pelaku bid'ah? Sehingga dianggap sebagai ahlu dhalalah lalu kemudian ahlun nar?
Ini akan trjadi jika sunnah didefinisikan sebagai kebalikan dari bid'ah
Sehingga jika tidak sunnah maka bid'ah. Dan kemudian berdampak pada bahwa setiap org yg tidak sama dg nabi, tidak nyunnah, maka otomatis ia ahli bid'ah.
Lalu siapakah orgnya yg secara keseluruhan sama dg nabi? Menjiplak nabi dalam melakukan seluruh sunnah-sunnah nabi?
Jika jawabannya tidak ada seorangpun yg sama dg nabi dalam menjalankan sunnah, maka logikanya semua org adalah pelaku bid'ah. Ini adalah konsekuensi dr pengertian tidak sunnah adalah bid'ah, bahwa seluruh umat islam adalah ahli bid'ah. 
demikian pembahasan secara singkatnya sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ust Syamsi Riyadi, M.Pd,M.Ag. 

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id