banner

Kamis, 11 Maret 2021

MWCNU dan BMTNU Guluk-Guluk Bersama Kepala Desa Bragung Sigap Membangun Rumah Ibu Rukayya

author photo Maret 11, 2021
MWC NU Guluk-Guluk, BMT NU Guluk-Guluk, dan Kepala Desa Bragung Kec. Guluk-Guluk saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan rumah Rukayya (11/03) - Foto Istimewa

Sumenep - Akhirnya senyum sumringah Rukayya (67) mengembang. Kamis (11/03) pagi rumah barunya akan segera terealisasi.  Hal ini tidak lepas dari bantuan sejumlah pihak, MWCNU Guluk-Guluk bersama BMTNU Jawa Timur dan Kepala Desa Bragung dalam program bedah rumah tidak layak huni. 

Rukayya tinggal bersama Yati (anak, 45) dan fitriyah (cucu, 13). Keseharian Rukoyyah hanyalah bercocok tanam dengan penghasilan yang tak pasti. Program yang dinisiasi MWCNU Guluk-Guluk ini sangat dirasakann manfaatnya bagi keluarga Rukayya yang rumahnya roboh. 

"Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih tak terhingga pada MWCNU, BMTNU, Kepala Desa, dan lainnya. Dengan bantuan bedah rumah ini kami sekeluarga akan merasakan nikmat menempati rumah baru nantinya," ucap Rukayya seperti dikatakannya dalam bahasa Madura. 

Ketua MWCNU Guluk-Guluk, KH. MD. Widadi Rahim, mengatakan bahwa pihaknya dan sejumlah elemen membuat program ini dengan tujuan kalangan dari keluarga miskin dapat terbantu. Sehingga kesulitan yang ada pada mereka sedikit berkurang.

"Kami menyepakati untuk membangun kembali rumah ibu Rukayya. Melihat kondisi Rumah Ibu Rukayyah akhirnya kami memutuskan untuk membangun dengan melibatkan beberapa pihak terkait termasuk kepala desa," tegas KiaiWidadi.

Selain ungkapan terima kasih atas kerjasama semua pihak, Kiai Widadi mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan MWCNU dan pihak terkait tidak seberapa. Harapannya nanti ada banyak pihak terlibat di dalam kerja-kerja kemanusiaan seperti yang dilakukannya. Pembangunan rumah tidak layak huni di Desa Bragung ini hasil kerjasama antara MWCNU Guluk-Guluk, BMTNU Guluk-Guluk, dan Kepala Desa Bragung Kec. Guluk-Guluk. 

Kepala Desa Bragung  Kecamatan Guluk-Guluk, Hj. Latifah, mengatakan bahwa program ini adalah inisiatif dari MWCNU Guluk-Guluk yang disinergikan dengan program Desa Bragung. 

"Kalau NU sudah terlibat (dalam program kemanusiaan), maka saya pasti akan ikut membantu walaupun tidak banyak," ungkap Latifah. 

Sementara itu, Imam Afifi Rokib Kepala BMT Nu Guluk-Guluk, mengatakan akan melakukan sinergi program dengan MWCNU Guluk-Guluk dalam membantu masyarakat tidak mampu. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk menabung ke BMTNU. Hal ini dilakukan agar program kemanusiaan seperti halnya bedah rumah tersebut dapat terus berjalan. 

"Idealnya semakin banyak yang menabung akan semakin besar peluangnya BMT NU membantu," tegas Afifi.

Di akhir acara peletakan batu pertama ini semua pihak berharap untuk saling menjaga tali silaturrahim dan saling membantu. Seperti dipesankan Kiai Widadi bahwa seluruh pengurus dan Banom NU  tidak boleh berhenti sampai di sini (membantu pembangunan rumah tidak layak huni). Pihaknya akan membantu masyarakat yang mengalami keadaan serupa. Walaupun tidak memenuhi kebutuhan, minimal peduli terhadap sesama. (Fahri)

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id