banner

Rabu, 10 Maret 2021

Ketua Fraksi PKB Sumenep: Kami Menolak Perda Yang Merugikan Masyarakat

author photo Maret 10, 2021

 

M. Muhri, Ketua Fraksi PKB Sumenep dalam acara Rapat Dengar Pendapat Berdasama Komunitas Sumenep Hijau di Kantor DPRD Sumenep, Rabu (10/3)

Sumenep - Persoalan perda RT RW di Kabupaten Sumenep hingga saat ini masih menuai polemik. Banyak pihak yang terus mempertanyakan terkait perda ini karena dipandang berpotensi merugikan masyarakat. Persoalan itupun mendapat sorotan banyak pihak.


Menurut M. Muhri, Ketua Fraksi PKB Sumenep, hingga saat ini, Perda RTRW yang direvisi belum masuk ke DPRD Sumenep. Berdasarkan keterangan dari Bappeda, Perda RT RW saat ini masih dilakukan analisa substantif di Gubernur Jawa Timur.


"Kami manunggu itu, dan di beberapa forum di masyarakat, Kami Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Sumenep, dengan tegas bahwa ketika ada revisi Perda RT RW yang ada poin-poin yang betul-betul merugikan, berdampak pada kerusakan lingkungan masyarakat, merugikan petani, kami dengan tegas menolak, dan ini sejak awal kami tegaskan," terang M. Muhri, dalam acara rapat dengar pendapat (PublicHearing) bersama Komunitas Sumenep Hijau, yang terdiri dari para kiai dan pegiat agraria, di Kantor DPRD Sumenep, Rabu (10/3).


Mantan ketua PC. GP. Ansor Sumenep selama dua periode ini juga menegaskan bahwa dalam rangka menyelamatkan aset tanah di Sumenep, pihaknya sangat setuju dengan analisis yang telah dilakukan oleh Komunitas Sumenep Hijau dan beberapa komunitas kecil yang selalu aktif dalam hal menyelamatkan aset tanah masyarakat di timur daya dan Sumenep pada umumnya.


"Menurut saya ini perlu direspon, khususnya oleh Bappeda. Karena itu, melalui Pimpinan DPRD Kabupaten Sumenep, kami merekomendasikan, dalam kajian naskah akademik dan di forum-forum lain, Bappeda dan Pemerintah Sumenep, kalau boleh keras, wajib lah melibatkan Komunitas Sumenep Hijau ini karena kita tahu bersama, data dan faktanya dan beberapa analisanya yang luar biasa. Kami sangat berterimakasih sekali," tegas M. Muhri.


Acara yang berlangsung sejak di pagi hari ini juga dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Sumenep dan para pengasuh pondok pesantren dan pegiat agraria dari unsur Komunitas Masyarakat Hijau, antara lain Kiai Fikri A. Warits, Kiai Naqib Hasan, Kiai Ainul Yaqin dan kiai Dardiri. Syukkur


This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id