banner

Jumat, 12 Maret 2021

Ansor Karangsokon Menapaktilasi Sejarah Nabi

author photo Maret 12, 2021

PR GP Ansor Desa Karangsokon Kecamatan Guluk-Guluk Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw - Foto Istimewa

Sumenep – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk menapktilasi sejarah Nabi Muhammad Saw dalam kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj pada Kamis (11/03) malam.  Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah kader Ansor di Desa Karangsokon ini menghadirkan mubaligh KH. A. Karim Ghafur, pengasuh LPI Darul Ghafur. 

Kiai Karim mengajak para hadirin untuk mempertebal keimanan dan ukhuwah islamiyah. Peringatan Isra' Mi'raj menurut Kiai Karim dapat  dijadikan momentum mengikat persaudaraan. Walaupun kadang ada perbedaan pandangan di umat Islam sendiri, tetapi seyogianya tidak menjadi celah memperlebar ke arah pertikaian. Ia mentamsilkan antara bumi dan langit.

“Kita dapat belajar dari sejarah Isra' Mi'raj. Isra' Mi'raj ini perjalanan Nabi Muhammad Saw melintasi batas bumi dan langit. Tentu bumi tak patut merasa lebih mulia daripada langit karena "malahirkan" nabi Muhammad secara jasmani, begitupula sebaliknya langit tak patut merasa lebih tinggi derajatnya karena di sana tersimpan arsy dan Nur Muhammad. Keduanya sama-sama saling berkesinambungan. Saling mulia. Seperti halnya kita manusia tidak ada yang lebih mulia di hadapan Allah Swt., kecuali ketakwaannya,” jelas kiai Karim. 

Kiai Karim kemudian melanjutkan dengan berkisah perjalanan Nabi Muhammad Saw saat Isra’ bertemu dengan Siti Masyitoh yang sangat wangi.

“Saat perjalanan Isra’ Nabi mencium wangi harum. Malaikat Jibril yang mendampingi Nabi menjelaskan bahwa harum mewangi ini berasal alam kubur dari seorang perempuan shalehah yang bernama Siti Masyitoh. Ia adalah perempuan shalehah yang memegang perinsip keimanan sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits Ibnu Abbas,” lanjut kiai Karim dengan dialek bahasa Madura.

Kiai Karim juga menyampaikan hal terpenting dari peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu, ketika Nabi bolak balik untuk mengajukan solat yang semula lima puluh waktu dalam sehari agar menjadi lima waktu.

“Nabi menerima perintah solat lima puluh waktu sehari, namun nabi Muhammad banyak mendapat masukan salah satunya dari Nabi musa, sehingga nabi kembali mengahadap Allah Swt sehingga shalat menjadi lima waktu seperti yang kita rasakan saat ini,” tegas kiai Karim.

Dalam kilasan napak tilas sejarah Nabi Muhammad di dalam rangkaian Isra' Mi'raj ini Kiai Karim mengajak umat Islam, khususnya kader NU dan Ansor untuk mempertebat keimanan, solidaritas, dan tanggung jawab.

Ketua PR GP Ansor Desa Karangsokon, Khairul Anam, mengatakan dalam sambutannya bahwa peringatan Isra' Mi'raj ini adalah untuk menapaktilasi perjuangan dan risalah Nabi. Pihaknya mengadakan kegiatan semacam ini juga bagian dari strategi mensosialisasikan Ansor ke tengah-tengah masyarakat.

“Melalui peringatan Isra' Mi'raj diharapkan kader Ansor di Desa Karangsokon dapat meningkatkan rasa perjuangan. Acara Isra’ Mi’raj ini merupakan juga bagian dari sosialisasi Ansor Karangsokon yang masih baru berdiri,”  ungkap Khairul. 

Dalam kegiatan ini tidak hanya dihadiri kader GP Ansor di Desa Karongsokon, tetapi juga sejumlah tokoh masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini Mustasyar NU Ranting Karangsokon, PAC Ansor Guluk-Guluk, Perwakilan PC Ansor Sumenep, tokoh masyarakat, dan sejumlah pemuda Desa Karangsokon.(Fahri)

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id