banner

Minggu, 28 Februari 2021

Lai Hui Hung, Sahabat Banser di Taiwan

Februari 28, 2021

Muhammad Lai Hui Hung, Banser asli Taiwan - Foto Twitter @al-lefy

Taiwan -
Banser (Barisan Ansor Serbaguna) hanya ada di Jawa dan sebagian pulau di Indonesia. Pernyataan semacam ini kerap kali dilontarkan oleh orang yang merasa sinis terhadap keberadaan Banser. Kata siapa hanya ada di Indonesia? Buktinya sejumlah kader NU di Kota Changhua, Taiwan menggelar DTD (Diklat Terpadu Dasar) angkatan III pada Sabtu-Ahad (13-14/2) lalu. 

Uniknya dari 150 orang peserta DTD ada warga asli Taiwan yang mengikuti diklat dasar gabungan ini. Nama lengkapnya Muhammad Lai Hui Hung. Bersama dengan sejumlah kader Banser yang lain , Hung bergabung ke banom Gerakan Pemuda Ansor atas inisiatif dan biaya sendiri. Hung berkeinginan menjadi anggota Banser Taiwan karena tergugah dengan keindahan dan cara dakwah NU yang sampai ke Taiwan.

"Hung yang mualaf bersama istrinya ini sebelumnya aktif ikut di kegiaan PCI NU Ranting Taichung, Taiwan. Ia bergabung di Banser setelah beberapa kali diajak ke pengajian di Taiwan yang menghadirkan ustadz dan Kiai dari Indonesia," ungkap Nur Kholiq, Pembina GP Ansor Taiwan seperti dilansir nuonline.or.id.

Hung sendiri bersyahadat pada tahun 2009. Pria kelahiran 1975 ini beristri seorang perempuan Indonesia asal Wonosobo. Hung masuk Islam karena melihat keindahan Islam.

Para peserta DTD III sendiri berdatangan dari pelbagai kota di Taiwan, seperti Kota Tongkang, Pingtung, Taichung, Kaohsiung, Taipei, Changhua, Hualien, dan Ciayi. DTD III  ini dibuka langsung oleh Ketua PP GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas secara virtual pada Sabtu (13/2) lalu. 

Ketua PCI GP Ansor Taiwan, Abdul Mukti, mengatakan bahwa kaderisasi Banser di Taiwan semakin hari semakin bergeliat menunjukkan ke arah positif.  

"DTD tahun ini dilakukan dalam rangka pengaderan meneruskan perjuangan para masyayikh NU. Oleh karenanya, untuk mengikuti diklat ini dibutuhkan keikhlasan, dengan keikhlasan akan dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah," ungkap Abdul Mukti seperti dilansir nuonline.or.id.

Pihaknya berharap dengan keberadaan Banser di Taiwan nantinya pengejewantahan nilai-nilai Islam yang sesuai semangat NU akan semakin berkembang, solid, dan satu komando. Sebab diakuinya masuk Banser tidak lah mudah, apalagi di negara yang mayoritas non-muslim. Banser adalah tempatnya orang-orang ikhlas, karena masuk ke Banser akan berjuang tanpa pamrih  berkhidmat ke NU. (*)

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id