banner

Minggu, 28 Februari 2021

Kuatkan Ke-Nu-an Rijalul Ansor Beragung Ngaji Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah

author photo Februari 28, 2021

Suasana Kajian Kitab MDSRA Ranting Bragung (27/2) - Foto Istimewa

Sumenep - Ranting MDSRA (Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor) di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Guluk-Guluk semakin nampak kompetitif. Kompetisi ini ditandai dengan pengaktifan pengajian rutinan berbasis ranting. Seperti halnya Ranting MDSRA Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk, kini semakin bersemangat mengaji kitab para muassis NU. Ngaji kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah menjadi kegiatan rutin.

Minggu (27/2) malam MDSRA ranting Bragung mengaji kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai bentuk penguatan Islam ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah. Acara ini dilaksanakan di rumah salah satu anggota di Dusun Lengkong Timur, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. 


Ngaji kitab ini dipentik oleh Homaidi, Ketua MDSRA ranting Bragung. Dalam pengajiannya Homaidi menyapaikan beberapa hal. Salah satunya perihal konsep pemahaman agama. Homaidi mencontohkan Syaikh Siti Jenar.  


"Sekh Siti Jenar juga memilik konsep pemahaman agama diluar maqom manusia pada biasanya. Tidak mudah  dikatakan Siti Jener Sesat sekalipun pada akhirnya sekh siti Jenar harus dihukum rajam  untuk menyelamatkan aqidah Ummat islam yang lain karena tidak mungkin mampu menjangkau pemikirannya. Hal ini bisa ditelisik dengan adanya  pemahaman tentang hulul dan ittihad. Dalam konsep hulul-nya Al-Hallaj manusia punya dua unsur,  yaitu lahut dan nasut. Ketika nasut taroqqi (naik) ke unsur lahut,  maka manusia menempati Tuhan, kemudian ketika lahut tanazul (turun) ke unsur nasut, maka Tuhan menempati tubuh manusia,  kemudian dalam konsep ittihad manusia akan memasuki fase Fana', di fase ini manusia akan hancur lebur,  ketika kondisi lebur, maka akan muncul baqa', nah di saat inilah terjadi ittihad (manunggaling kaulo gusti) tukas Homaidi.


Homaidi menceritakan bahwa pemahaman tentang agama pada diri seseorang tidak boleh sembarangan. Apalagi di zaman yang dilipat di satu genggaman handphone ini seseorang bisa berguru pada siapa saja. 


"Banyak terjadi pemahaman yang keliru khususnya kita yang di desa-desa ini. Lebih suka berguru pada ustad dadakan di media sosial. Kalangan nahdliyyin harus betul-betul gigih dalam menyebarkan pemahaman Islam ahlussunah wal jamaah an-nahdiliyah dengan berguru pada para muassis NU. Salah satunya dengan mengaji dan mengkaji kitab-kitab beliau,"Ucap Homaidi setelah mengakhiri ajian kitab tersebut. (Fahri)

1 Komentar untuk "Kuatkan Ke-Nu-an Rijalul Ansor Beragung Ngaji Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah"


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id