banner

Sabtu, 27 Februari 2021

Ini Pesan Wakil Presiden Ma'ruf Amin Pada Acara Puncak Harlah NU ke-98

Februari 27, 2021
Wakil Presiden Republik Indonesia Memberikan Sambutan Virtual pada Harlah NU ke-98 di Jakarta - Foto 164 Channel

Jakarta -
Peringatan Harlah (Hari Lahir) Nadhlatul Ulama ke-98 yang berlangsung pada 16 Rajab 1441 Hijriyah atau bertepatan pada tanggal 27 Februari 2021 dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad (28/2) pagi. Pada kesempatan tersebut Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin menyampaikan sejumlah hal terkait kemajuan dan tantangan NU di masa mendatang.
 
Kiai Ma’ruf menyampaikan bahwa ajaran dan pandangan NU merupakan arus utama cara berislam di Indonesia. NU saat ini berbeda dengan 98 tahun lalu. Walaupun sudah ada kemajuan, namun di beberapa hal NU dianggap masih tertinggal utamanya di bidang sosial ekonomi.
 
“Mentransformasikan sebuah pandangan menjadi sebuah aksi nyata merupakan tantangan tersendiri. Capaian-capaian organisasi NU saat ini juga terus menunjukkan tren peningkatan sehingga patut disyukuri dalam memperingati harlah ini. Apa yang dicapai NU ini merupakan berkah reformasi yang berlangsung pada 1998 atau 22 tahun lalu yang memberi kesempatan kepada siapa saja untuk berkiprah membangun negeri. Penting bagi NU sebagai sebuah organisasi besar untuk melakukan refleksi sejauh mana target yang kita capai dari yang seharusnya. Apakah hasil yang kita peroleh saat ini lebih tinggi, standar, atau lebih rendah dari potensi yang ada. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan khidmah organisasi kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi,” ungkai Kiai Ma’ruf seperti dilansir nuonline.or.id.
 
Lebih lanjut Wakil Presiden yang pernah menjabat sebagai Rais ‘Am PBNU dan Ketua MUI ini melontarkan harapan baru bagi kemajuan NU di masa mendatang. Salah satunya yang disinggung ialah perihal kemajuan pendidikann di lingkungan NU.  
 
Kemajuan di bidang pendidikan salah satunya ialah berdirinya lebih 30 perguruan tinggi baru yang secara resmi di bawah naungan NU. Hal ini dicapai setelah sepuluh tahun terakhir. Tidak hanya itu, secara personal kader-kader NU juga menunjukkan strata pendidikan tinggi yang bergelar doktor atau pun profesor. Melalui sumber daya mumpuni Kiai Ma’ruf berharap dapat meningkatkan kemampuan dalam tata kelola organisasi.  
 
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan peringatan harlah ini menyampaikan bahwa NU adalah jam’iyah yang artinya secara bersama-sama berjuang untuk kemaslahatan umat, khususnya NU. Kiai Said menyinggung para kader NU untuk tidak kenyang sendiri dan membiarkan yang lain kelaparan, karena masih banyak warga NU di daerah hidup dalam garis kemiskinan.
 
“Masih banyak warga NU di daerah yang hidup dalam kemiskinan. Kader NU tidak boleh kenyang sendiri, sementara yang lain masih hidup dalam kemiksinan,” ungkap Kiai Said dalam sambutannya.
 
Kiai Said menyitir sebuah pesan Rasulullah, “Bukan umat kami, kata Nabi Muhammad, ketika sekelompok kecil yang sejahtera tapi sebagian yang lain mayoritas masih dalam kemiskinan.” Kesejahteraan sosial adalah isu strategis NU di masa mendatang. Dengan menggandeng semua pihak, utamanya pemerintah, NU dapat membimbing dan melayani umat secara bersama-sama mengatasi setiap permasalahan sosial. (*)

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id