banner

Senin, 11 Januari 2021

Mulai Diberikan Bulan Ini, Vaksinasi COVID-19 Tidak Halal?

author photo Januari 11, 2021
Ilustrasi Vaksin COVID-19

Sumenep - Dalam rangka mencegah penularan virus corona atau COVID-19 sejumlah Negara menyiapkan vaksinasi. Di Indonesia sendiri vaksinasi akan dilakukan mulai bulan ini. Untuk tahap awal vaksinasi akan menyasar tenaga kesehatan (nakes). Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur vaksinasi akan dimulai pada tanggal 15 Februari 2021. 
 
“Sesuai arahan Bapak Bupati, kalau vaksinasi sudah sampai di Sumenep, Insya Allah (vaksinasi dilaksanakan) mulai tanggal 15 bulan ini,” ungkap Agus Mulyono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep pada Senin (11/1) seusai mengikuti rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan Forkopimda Sumenep bersama Bupati Sumenep seperti dilansir koranmaduracom

Mengenai vaksinasi ini sejumlah pihak merasa khawatir bin was-was. Kekhawatiran ini muncul akibat informasi tidak valid yang menyebut vaksinasi COVID-19 tidak halal karena mengandung minyak babi. Menjawab kekhawatiran tersebut, jauh-jauh hari Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin memastikan vaksinasi COVID-19 yang akan diberikan mulai awal bulan tahun 2021 dapat dipastikan kehalalannya. 

Wakil Presiden yang pernah menjabat sebagai Rais ‘Am PBNU dan Ketua Umum MUI menambahkan bahwa pemerintah, seperti dilansir covid19goid, menggandeng sejumlah pihak dalam melakukan uji klinis vaksin COVID19 yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, Kiai Ma’ruf Amin juga mengatakan bahwa keberadaan vaksin sejalan dengan ajaran syariat Islam dan hadis-hadis nabi Muhammad SAW. 

“Hal ini juga katanya menjadi salah satu tujuan yang disyariatkan ajaran Islam, yang disebut maqashid asy-syariah yang memuat 5 hal. Menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal. Dari 5 ini, dalam kondisi yang normal, menjaga agama itu nomor satu. Nomor dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs. Tapi dalam keadaan yang tidak normal seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu. Karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan yang lainnya. Maka harus diutamakan," jelas Kiai Ma'aruf dialog bersama Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Brotoasmoro, Jumat (16/10/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.  
 
Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa imunisasi COVID-19 seperti halnya imunisasi lain pada balita. Program ini merupakan langkah pemerintah dalam memberikan rasa aman pada masyarakat di tengah-tengah ancaman virus corona yang belum diketahui kapan berakhirnya. 

Kiai Ma’ruf mengutip salah satu dalil yang banyak diketahui umat Islam yang meminta umat Islam mempersiapkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Ia menjabarkan, pertama, umat Islam harus bersiap pada masa mudanya sebelum melasa tua. Kedua, persiapkan masa sehat sebelum sakit. Ketiga, persiapkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, persiapkan masa luang sebelum sibuk. Dan kelima, persiapkan masa hidup sebelum mati. 
 
Dalam rangka menyukseskan program ini pemerintah mengajak peran serta segenap masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah sudah menerbitkan Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. 

Tim memiliki tugas melakukan penyiapan, pendayagunaan, peningkatan kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin COVID-19 yang disebut sebagai Vaksin Merah Putih. Sebagai pelaksananya dipimpin Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman bekerjasama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi.

This post have 0 komentar


:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iqraa.id